Kembali Geruduk Polres Halsel, Massa Aksi Desak Usut PETI di Desa Manatahan

Massa aksi unjuk rasa di depan Polres Halsel.

pojoklima, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halmahera Selatan, kembali unjuk rasa di depan Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan, senin (19/10).

Aksi tersebut terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Manatahan, Desa Manatahan, Kecamatan Obi Barat, Halmahera Selatan.

Pantauan pojoklima.com, masa aksi mulai memadati Kantor Polres Halmahera Selatan sekitar pukul 10:30 WIT, menggunakan mobil pick-up.

Dalam orasi, Ketua GPM Halmahera Selatan, Harmain Rusli, mendesak Polres Halmahera Selatan segera mengusut tuntas atas aktivitas PETI di Desa Manatahan.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana laporan KP2R ditindaklanjuti oleh Polres Halsel. “Dalam pelaporan sudah ada bukti-buktinya, seharusnya polres Halsel segera mengusut tuntas dan memberikan kepastian hukum,” tegas Harmain.

Ia menekankan, Polres halsel segera memanggil dan memeriksa tiga pengusaha tambang ilegal yang diduga terlibat dalam PETI. “Pangil Kepala Desa Manatahan, Mardan Lamunja, Hi. Sait dan Sukri,” ungkapnya.

“Bukti-bukti yang sudah nyata kok polres masih terlihat diam,” sambungnya.

Aksi tersebut berlangsung hingga pukul 11.30 WIT. Namun, Kapolres Halmahera Selatan, Hendra Gunawan dan Kasat Reskrim, IPTU Wahyu Hermawan belum terlihat menemui Masa Aksi.

Hingga berita ini dipublish, redaksi dalam upaya konfirmasi  Kapolres dan Kasat Reskrim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.