Panitia Porprov Dinilai Berupaya Gugurkan 3 Atlet Muaythai Kontingen Halbar

Keributan di pertandingan Muaythai Porprov Malut.

pojoklima, Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-V Malut dinilai berupaya menggugurkan tiga atlet Muaythai kontingen Halbar.

Hal ini memicu keributan saat pertandingan Muaythai di Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Minggu malam.

Hardi Hayun mengatakan, awal masalah muncul karena panitia mempersoalkan kelengkapan administrasi tiga atlet.

Menurut panitia, surat mutasi dua atlet asal Ternate dan satu dari Tidore tidak ada.

Untuk atlet asal Tidore, data tempat tanggal lahirnya dinilai bermasalah. Padahal sejak SD, SMP, SMA ia bersekolah di Jailolo, Halbar.

Sementara dua atlet asal Ternate, Sahriknal dan Santo, membela Halbar atas keinginan sendiri. Tidak ada unsur paksaan.

“Setiap atlet perlu pembinaan dan sportif biar prestasinya kelihatan. Kedua atlet Ternate itu punya prestasi Muaythai, tapi tetap tidak mau ikut kontingen Kota Ternate,” kata Hardi, Senin (8/6).

Hardi sesalkan kesalahan panitia. Katanya, data tiga atlet Muaythai tidak diinput, tapi Id Card-nya tetap terbit. “Ini jadi pertanyaan terkait kinerja panitia Porprov. Alasannya data tidak diinput, tapi Id Card ada,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum laga, sempat ada pertemuan perangkat pertandingan dan dewan hakim. Hasilnya, atlet Halbar semua boleh bertanding.

“Tibanya di lokasi, Ketua PB Muaythai malah menolak dan tidak izinkan peserta yang bermasalah ikut tanding,” tandasnya.

Anggota DPRD Halbar itu meminta insiden ini menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi panitia Porprov ke-V Malut di Halut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.