Material Galian di Kelurahan Sasa Hantam Pagar UMMU, Pemkot Dinilai Minim Pengawasan
pojoklima, Galian di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan berdampak buruk bagi pengendara yang melintas di Jln. KH Ahmad Dahlan.
Saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, material galian yang tidak dipasang penghalang jebol dan menumpuk di badan jalan. Bahkan, sebagian material juga menghantam pagar beton Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).
Seorang warga kepada media ini mengungkapkan keresahannya saat melintas di jalan tersebut.
“Pagi-pagi torang (kami) lewat (melintas) tara(tidak) bisa, karena jalan so ponong deng (sudah penuh dengan) tanah,” ungkap Dan, salah satu warga, Selasa (14/4/2026).
Ia menuturkan, kondisi jalan yang tertimbun tanah memaksa warga harus melintas lewat jalan utama Kampus UMMU.
Menurut Dan, jarak galian dengan jalan raya sangat dekat. Seharusnya pemilik lahan memikirkan dampak buruk dari aktivitas tersebut.
“Ini yang punya galian tara berpikir dampaknya kalau hujan lebat. Apalagi dengan durasi hujan yang lama. Yang dikhawatirkan pun sudah terjadi,” bebernya.
Ia menilai kondisi ini tidak lepas dari minimnya pengawasan Pemerintah Kota Ternate di tingkat kelurahan.
Dirinya meminta pemerintah kelurahan setempat lebih intens mengawasi aktivitas bukaan lahan di wilayahnya. Terutama saat curah hujan tinggi.
“Kelurahan harus cek galian atau pemerataan tanah itu sudah berizin atau belum,” pintanya.
Terpisah, Kepala Kelurahan Sasa, Ridwan B Farman dikonfirmasi mengatakan “Mobilisasi alat dorang(mereka) belum kase (beri) tahu ke saya”.
“Selesai dari rumah duka saya turun cek,” singkat Ridwan.
