Audit Kinerja Jadi Sarana Evaluasi dan Perbaikan Organisasi
pojoklima, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Arif Budiman, menegaskan audit kinerja menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan internal Polri.
Ini disampaikan dalam penutupan taklimat akhir audit kinerja Itwasda Polda Maluku Utara tahap I aspek perencanaan dan pengorganisasian tahun anggaran 2026, yang berlangsung di Rupattama lantai 3 Polda Malut, Selasa (9/6).
Menurutnya, audit tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi sarana evaluasi, pembinaan dan perbaikan tata kelola organisasi agar setiap program, kegiatan, serta penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Ia menjelaskan, audit kinerja tahap I ini berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian sebagai fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.
“Perencanaan yang baik akan menghasilkan arah kebijakan yang jelas, sasaran terukur, serta penggunaan anggaran yang tepat. Sementara itu, pengorganisasian yang baik memastikan pembagian tugas, tanggung jawab dan pemanfaatan sumber daya berjalan optimal,” katanya.
Orang nomor satu di Polda Malut itu juga menekankan, setiap kepala satuan kerja dan satuan wilayah, memastikan perencanaan program dan anggaran disusun berdasarkan kebutuhan riil, didukung data akurat, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, mekanisme koordinasi dan pengendalian internal juga harus berjalan tertib dan efektif.
Menurut dia, momentum pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) tahap I ini harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan perbaikan kinerja organisasi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Arif berharap, Irwasda beserta jajaran dapat menjadi mitra konsultatif bagi satker dan satwil dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih baik.
Kapolda juga mengapresiasi Irwasda Polda Maluku Utara beserta seluruh tim audit atas pelaksanaan tugas yang dinilai profesional, objektif, dan konstruktif. Juga seluruh satker dan satwil atas dukungan selama proses audit berlangsung.
Lebih lanjut, ia meminta optimalisasi peran kepala satuan dalam pengawasan melekat pada setiap tahapan kegiatan, menghindari temuan berulang melalui perbaikan berkelanjutan, serta membangun budaya kerja yang tertib, transparan, akuntabel dan berintegritas.
Brigjen Pol Arif berharap, taklimat akhir menjadi momentum pembenahan secara nyata dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengorganisasian, penggunaan anggaran, serta pelayanan Polri kepada masyarakat.
Diketahui, turut hadir dalam kegiatan itu Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun Irwasda Polda Malut, para pejabat utama Polda Malut, serta para kapolres yang mengikuti secara langsung maupun melalui sarana daring

