Shifa Damayanti Cetak Rekor Perempuan Pertama Paralayang di Gamalama dan Gamkonora
pojoklima, Shifa Damayanti, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), dengan nomor anggota M-1087-UI berhasil mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama yang hike and fly di Gamalama Ternate dan Gamkonora Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara.
Aksi ini sebagai bagian dari ekspedisi fly the spice islands yang digagas oleh Mapala UI.
Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UI angkatan 2025 ini sekaligus pemegang lisensi pilot paralayang sejak 2023. Ia melakukan kombinasi pendakian gunung dan terjun menggunakan parasut paralayang untuk menuruni puncak.
Rangkaian ekspedisi dimulai di Gunung Gamalama pada Jumat (7/8) melalui jalur Moya. Kemudian Sabtu (8/8) pukul 15.00 WIT, Shifa berhasil mengudara dari puncak Gamalama.
Meski diterpa angin kencang melebihi 30 km/jam yang memaksanya mendarat darurat sekitar satu kilometer dari landing zone Danau Tolire Kecil, pendaratan berlangsung selamat dan disambut hangat warga lokal.
Petualangan berlanjut ke Gunung Gamkonora via jalur Desa Gamsungi pada Rabu (12/8). Puncaknya Kamis (13/8). Setelah dua kali percobaan, Shifa mengudara pukul 14.47 WIT.
Kendala angin kencang berkecepatan 30–40 km/jam di area landing zone kembali menuntut manuver cepat, hingga Shifa mengeksekusi pendaratan darurat dengan mulus tepat di depan kantor kecamatan setempat.
Pendaratan mulus tersebut disambut tangis haru dan sorak-sorai masyarakat Desa Talaga yang memadati lokasi. Momen emosional saat sejumlah ibu-ibu memeluk dan mencium Shifa terekam kamera warga dan viral di media sosial TikTok.
Pencapaian ini mendapat apresiasi langsung dari Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani.
Zita menilai aksi ini menjadi contoh nyata sinergi pemerintah, komunitas, dan anak muda dalam mempromosikan pariwisata udara Indonesia.
“Saya mengapresiasi pencapaian penerbangan perempuan pertama di Maluku Utara sebagai langkah inspiratif yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berani mengeksplorasi dan membuka potensi baru dalam pariwisata Indonesia,” ujar Zita Anjani.
Ia berharap, keberhasilan ekspedisi fly the spice islands menjadi pemantik kolaborasi berkelanjutan di Maluku Utara, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk semakin mengenal, menjaga, dan mengembangkan potensi alam Nusantara.

