Sambut Hari Sumpah Pemuda, PKC PMII Malut Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

Ketua PKC PMII Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan.

pojoklima, Menjelang momentum Hari Sumpah Pemuda, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Maluku Utara mengajak mahasiswa, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Generasi muda diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu bentrokan maupun konflik sosial.

Ketua PKC PMII Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan, mengtakan, mahasiswa memegang peran strategis sebagai perawat toleransi dan pengawal persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Fajar, perbedaan pandangan politik maupun pendapat merupakan hal lumrah dalam ruang demokrasi. Namun, penyelesaian setiap persoalan harus mengedepankan akal sehat, dialog, dan jalur hukum,bukan tindakan anarkis yang merugikan publik.

“Penyampaian aspirasi adalah bagian dari demokrasi yang wajib dihormati. Namun, jika ada persoalan atau perbedaan pendapat di tengah masyarakat, mari kita selesaikan melalui musyawarah, dialog, dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Fajar, Senin (26/10).

Ia juga menyoroti maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang kerap dijadikan alat provokasi.

Fajar mengingatkan mahasiswa agar kritis meriset informasi sebelum membagikannya, guna mencegah kesalahpahaman yang berujung pada gesekan antarwarga.

Menjelang peringatan Sumpah Pemuda, Fajar mengajak kaum muda meneladani kembali ikrar bersejarah para pendiri bangsa sebagai kompas penguat persatuan di Bumi Moloku Kieraha.

“Persatuan itu lahir justru karena kita berbeda. Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan. Nilai itulah yang harus terus tumbuh di atas keberagaman suku, agama, dan adat di Maluku Utara,” tegasnya.

Lebih lanjut, PKC PMII Malut mendorong Pemerintah Daerah dan Kepolisian Daerah (Polri) untuk memperkuat komunikasi serta sinergi dengan masyarakat. Langkah preventif ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Fajar juga berpesan agar kaum muda menjauhi perilaku destruktif yang merugikan masa depan, seperti perkelahian jalanan, konsumsi minuman keras (miras), hingga penyalahgunaan narkoba.

Ia meyakini, keharmonisan wilayah akan terwujud jika seluruh komponen bergerak bersama: mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), pemerintah sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelindung masyarakat.

“Bersama elemen mahasiswa, pemerintah, dan Kepolisian, mari kita jaga kamtibmas, rawat persatuan, dan wujudkan kedamaian untuk Maluku Utara,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.