ERT NHM Edukasi Siswa SMA Tanggap Darurat
pojoklima, Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals
(NHM) meluncurkan program Rescuer Goes to School.
Program ini memberikan edukasi
penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada siswa SMAN 1 Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Social Event dan Education dalam gelaran 8th Indonesia Fire & Rescue Challenge (IFRC) 2026.
Melalui kegiatan ini, personel ERT NHM berbagi pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai penggunaan APAR yang benar dan aman sebagai langkah awal dalam penanganan kebakaran.
Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, sekaligus menumbuhkan budaya sadar
keselamatan sejak dini.
“Kami berterima kasih kepada Tim Emergency Response atas edukasi dan pelatihan penggunaan APAR bagi siswa-siswi kami. Semoga ilmu ini bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran keselamatan sejak dini,” kata Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Dra. Nona Yeniy Gogani,
dalam sambutannya.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR juga menggunakan alat pemadam api di bawah pengawasan personel ERT NHM.
Pendekatan interaktif ini membantu siswa memahami fungsi APAR serta langkah dasar penggunaannya secara lebih mudah dan praktis.
“Melalui kegiatan Rescuer Goes to School ini, kami berharap para siswa tidak hanya
memahami cara menggunakan APAR, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Pengetahuan dasar seperti ini sangat penting agar mereka dapat mengambil langkah awal yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan diri,” ujar M. Faldi.
Limatahu, Personel Volunteer ERT NHM yang terpilih bergabung dalam tim IFRC turut mewakili NHM dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan Rescuer Goes to School, NHM melibatkan enam personel ERT NHM.
Sementara itu, dalam rangkaian IFRC 2026, personel ERT NHM lainnya juga berpartisipasi dalam dua agenda berbeda, yakni Instructor & Manager Meeting yang diikuti Zakaria Barham serta Sertifikasi Kompetensi LSP-BNSP Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Indonesia
yang diikuti Muhammad Ifan dan Asrul Abdul Fataha.
“Partisipasi dalam IFRC 2026 menjadi kesempatan bagi tim ERT NHM untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat kompetensi di bidang tanggap darurat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat mendukung peningkatan kapasitas tim, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik di lingkungan kerja maupun saat berkontribusi kepada masyarakat,” ungkap Manager tim dan Pelatih ERT NHM, Zakaria Barham.
IFRC ke-8 tahun 2026 diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang
Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah.

