KSOP Ternate Cegat Polisi Bangun Pos Pelayanan di Pelabuhan A Yani

Kepala KSOP Ternate menggunakan kameja putih yang memarahi Kapolsek A Yani terkait pos pelayanan.

pojoklima, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Rushan Muhammad melarang polisi mendirikan pos pelayanan di area pelabuhan Ahmad Yani.

Kapolsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Iptu Mirna Oramali, kepada media ini mengatakan, pelarangan pendirian pos pelayanan di pelabuhan itu setelah sebelumnya Wakil Gubernur Maluku Utara Hi. Sarbin Sehe meninjau lokasi.

“Awalnya kami standby di pos pelayanan KP3 yang berada di ruang tunggu pelabuhan. Saat Wagub datang dan meninjau, beliau sempat melewati pos kami dan menyampaikan terima kasih,” kata Mirna saat di konfirmasi, Selasa (17/3/2026).

‎Mirna menyebut, situasi berubah ketika Kepala KSOP Ternate, Rushan Muhammad bersama perwakilan PT Pelindo mendatangi pos tersebut. Dengan nada tinggi, Iptu Mirna langsung ditegur keras terkait keberadaan pos polisi di area yang disebut sebagai “ring 1”.

‎“Pak KSOP datang dan langsung mempertanyakan kenapa kami mendirikan pos di situ. Saya jelaskan bahwa itu atas perintah pimpinan dan sudah mendapat izin dari pihak Pelindo,” kata Mirna.

‎“Saya sampaikan, saya ini menjalankan perintah pimpinan. Tapi saya dimarahi di depan umum. Saya sempat bilang, beliau bukan pimpinan saya,” sambungnya.

‎Rushan kembali mendatangi Mirna setelah mendengar respons tersebut. Dalam perdebatan itu, Ia kembali menegaskan bahwa area “ring 1” harus steril dan tidak boleh ada pembangunan pos.

‎Bahkan, Kepala KSOP meminta agar ke depan tidak ada lagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah ring 1 pelabuhan.

‎“Kalau polisi tidak boleh masuk ring 1, bagaimana dengan pengamanan? padahal saat kejadian KM Permata Obi sempat tertunda sampai dini hari karena kericuhan penumpang, justru polisi yang turun langsung mengamankan,” tegasnya.

‎Ia juga menyinggung minimnya peran petugas di lapangan saat insiden tersebut terjadi.

‎“Anggota kami yang turun ke dermaga untuk mengendalikan situasi. Kalau tidak, mungkin kondisinya bisa lebih parah,” cetusnya.

‎Iptu Mirna langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolres Ternate. Pimpinan Polres bersama sejumlah pejabat utama kemudian pertemuan dengan pihak KSOP di kantor mereka untuk mencari solusi.

‎Ia berharap, insiden tersebut tidak terulang dan seluruh pihak dapat bersinergi memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat, khususnya menjelang mudik lebaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.