PT FHT Sebut Bangun Infrastruktur Pengendalian Limpasan Air
pojoklima, PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Kabupaten Halmahera Timur, pada pertengahan Mei 2026.
PT FHT langsung mengambil langkah penanganan dengan menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian limpasan air hujan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sebagai bentuk pengawasan, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (GAKKUM LH) melakukan inspeksi lapangan pada 19 hingga 22 Mei 2026 untuk meninjau kondisi area terdampak sekaligus mengevaluasi progres penanganan yang dilakukan perusahaan.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan tersebut secara terbuka, terukur, dan bertanggung jawab dengan melibatkan pemerintah serta masyarakat dalam proses pemulihan lingkungan.
Selanjutnya, pada 23 Mei 2026, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur meninjau langsung lokasi pemulihan.
Rombongan tersebut terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur.
Dalam kunjungan tersebut, PT FHT memaparkan perkembangan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan sekaligus menerima masukan dan arahan dari pemerintah untuk memperkuat sistem pengelolaan lingkungan perusahaan ke depan.
Ranu dari PT FHT mengatakan, pihaknya menyambut baik pengawasan pemerintah sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemulihan lingkungan di area Kukuba.
“Kami menghormati perhatian dan pengawasan dari pemerintah serta masyarakat. Transparansi dan perbaikan nyata adalah komitmen kami. Saat ini tim di lapangan bekerja 24 jam untuk memastikan tidak ada lagi limpasan yang keluar dari area operasi,” ujarnya.
PT FHT juga melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan restorasi lingkungan. Pendekatan partisipatif tersebut dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.
PT FHT berkomitmen meningkatkan kapasitas kolam sedimentasi, memperkuat sistem pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, serta menyusun prosedur tanggap darurat yang lebih ketat untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Perusahaan juga memastikan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan lingkungan kepada publik secara terbuka.
Ranu menyebut, pihaknya telah menalin komunikasi yang baik dengan pemerintah Desa buli dan Soalaipoh serta masyarakat, yang membantu pembuatan tanggul serta penanganan limbah menggunakan geotub.

