Badan Wakaf Alkhairaat Maluku Utara Fokus Sertifikasi Aset
pojoklima, Badan Wakaf Alkhairaat Maluku Utara rapat perdana membahas penguatan kelembagaan dan arah pengelolaan wakaf.
Rapat berlangsung di Aula Pondok Pesantren Alkhairaat, Kalumpang, Kota Ternate ini, juga membahas visi misi sistem pengelolaan wakaf, program di bidang pengelolaan aset dan kerja sama antarlembaga, pendataan legalitas aset, ruislag, sosialisasi dan literasi wakaf.
Ketua Badan Wakaf Alkhairaat Maluku Utara, H. Amar Manaf mengatakan, aset Alkhairaat tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Namun, sebagian besar aset belum memiliki sertifikat wakaf.
“Sebagian besar aset Alkhairaat belum bersertifikat, kecuali Alkhairaat Kalumpang,” ucap Amar, Selasa (3/2).
Amar menambahkan, akan dibentuk Badan Wakaf Alkhairaat di tingkat kabupaten dan kota.
Menurutnya, ada dua agenda utama yang difokuskan yakni, pendataan seluruh aset Alkhairaat untuk proses sertifikasi, serta optimalisasi aset dan penghimpunan dana bagi keberlangsungan Alkhairaat.
“Tugas kita sekarang mendata aset-aset Alkhairaat untuk disertifikatkan, serta menghasilkan aset dan dana bagi Alkhairaat,” tuturnya.
“Seluruh pengurus setiap bulan mewakafkan dana minimal Rp 50 ribu. Sedangkan abna alumni, minimal 10 ribu,” sambungnya.
Selain itu, pengurus sepakat membentuk tim untuk menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mengurus izin pengelolaan wakaf di Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Ia berharap adanya dukungan alumni Alkhairaat di Maluku Utara. “Peran alumni sangat penting dan strategis dalam memperkuat keberlanjutan lembaga,” ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pengurus, di antaranya; Zabir Wahid, Mujur G. Somadayo, Zahra Hanafi, M. Kubais M. Zeen, Himawan Sarju, Zakiah Abbas, Sumarni Saleh, Tamhid Abubakar, Irwanto Harun, Samsul Kasuba, Asnawi Abu, Fitra Abd. Gani, dan Lutfi Abu.
