Unjuk Rasa di Depan Kantor Wali Kota Ternate, Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
pojoklima, Ratusan Mahasiswa unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate, Senin (15/6/2026).
Masa aksi dari Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR) ini tergabung dalam beberapa organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII), GMKI, LMBD dan Bem Unutara.
Unjuk rasa ini dipicu lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), selain itu. Sejumlah isu nasional lainnya seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) UU Polri dan TNI.
Mereka menganggap, lonjakan harga BBM non subsidi pertamax dari Rp 12.300 hingga Rp 16.000 ini sebagai unsur kesengajaan pemerintah yang berdampak pada sopir angkot, tukang ojek, dan nelayan.
Sorotan terhadap program MBG dinilai yang menggunakan APBN dinilai berdampak pada pemotongan dana transfer pusat ke daerah, yang akan menghambat pembangunan infrastruktur.
Mereka juga mendesak Pemerintah pusat dan DPR RI mencabut Undang-Undang Polri yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan institusi kepolisian tanpa mekanisme pengawasan yang memadai.
Massa juga menolak keterlibatan militer dalam berbagai sektor sipil.
“Turunkan harga BBM, hentikan MBG, Cabut UU Polri, dan kembalikan TNI ke barak,” teriak salah satu orator dalam aksi.
Sejumlah isu daerah juga disuarakan dalam aksi tersebut seperti;
1. Transparansi kuota BBM subsidi
2. Tangkap mafia BBM di Maluku Utara
3. Tambahkan ambulans laut di tiga pulau terluar kota ternate
4. Cabut IUP bermasalah
5. Revisi UU peradilan Militer
6. Lindungi masyarakat Tobelo dalam
7. Penyesuaian RT/RW Nasional, Provinsi dan Kabupaten
8. Kembalikan kewenangan IUP ke Daerah

