Demo PT Nico, Massa Blokade Jalan Trans Galela-Tobelo
pojoklima, Ratusan warga tergabung dalam Front Petani Kelapa Halmahera Utara melumpuhkan akses jalan lintas trans Galela–Tobelo, tepatnya di Desa Pune, Kecamatan Galela, Senin (3/8).
Pemblokiran jalan ini secara spesifik membendung truk-truk pengangkut buah kelapa milik PT. Nico yang kerap melintas di wilayah tersebut.
Aksi keras ini dipicu kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah Halmahera Utara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Berdasarkan data yang dihimpun, harga kelapa telah mengalami penurunan drastis sejak 2025. Saat ini harga kelapa senilai Rp 1.700/butir, harga tersebut turun dari Rp2.800 / butir. Mereka mendesak pemerintah harus menetapkan harga kelapa senilai Rp3.000 / butir.
Massa aksi juga menyoroti Peraturan Daerah (Perda) tentang Hilirisasi Kelapa. Bukannya menyejahterakan, Perda tersebut dinilai menjadi biang kerok merosotnya harga kelapa secara bertahap yang makin membebankan ekonomi warga.
Koordinator Lapangan, Ramji, dalam keterangannya menyuarakan sikap tegas dan tudingan serius terhadap pemangku kebijakan.
“Blokade jalan tidak akan dibuka hingga seluruh tuntutan dipenuhi. Kami juga menduga ada oknum anggota DPRD Halut yang bermain dalam bisnis perdagangan kelapa, ini Jelas menimbulkan konflik kepentingan dan menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif,” tegasnya.

