Sejumlah Dapur MBG di Loloda Kepulauan Tak Beroperasi
pojoklima, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, belum beroperasi.
Padahal fasilitas dapur Makanan Bergizi Gratis sudah berdiri di tiga desa.
Seorang warga Loloda, Denis, mempertanyakan mandeknya program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu di wilayah 3T: Tertinggal, Terluar, dan Terdepan.
“SPPG di Halut lain sudah jalan dan diterima siswa. Kenapa Loloda belum juga?,” tanya Denis, Jumat (20/6).
Ia menyebut , tiga fasilitas dapur MBG di Loloda sudah tersedia: Desa Dama, Tuakara, dan Dagasuli.
“Bangunannya ada, alatnya ada, tapi sampai sekarang tidak dipakai. Statusnya gimana?,” tanya Denis lagi.
Denis meminta Pemda Halut tidak tinggal diam terkait persoalan tersebut. “Pemda harusnya kawal program Presiden. Kalau tidak peduli, Loloda cuma jadi wilayah yang diabaikan,” ucapnya.
Sementara, Wakorwil BGN Maluku Utara, Angki Kofia, saat dikonfirmasi membenarkan sejumlah SPPG di Loloda belum operasi.
Angki mengungkap penyebab sejumlah SPPG yang belum beroperasi.
“Untuk SPPG yang belum operasi, kami di Malut dan Halut belum bisa jalankan. Tunggu surat perintah lanjutan dari pusat,” ungkapnya, Rabu.
Ia menegaskan, dapur MBG yang sudah jalan tetap dilanjutkan. “Yang belum sama sekali, tunggu perintah baru bisa jalan,” tuturnya.
Senada, Mitra MBG Arivin Yanhar menyebut wilayah 3T di Halut punya 18 titik dapur MBG.
“Semua belum beroperasi. Fasilitas dan persiapan sudah ada, tapi tahap ranning belum. Kami tunggu info lanjutan dari Badan Gizi Nasional,” tandasnya.

