Kapolda Malut Didesak Tuntaskan Kasus VCS Mirip Bupati Halut

Screenshot video.

pojoklima, Pimpinan Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana (PP Formapas) Maluku Utara menguji komitmen Kapolda Malut, Brigjen Pol Arif Budiman menuntaskan kasus Video Call Sex (VCS) mirip Bupati Halmahera Utara.

Sekretaris Umum PP Formapas Malut, Usman Mansur mengatakan, pergantian pimpinan Polda Malut harus jadi momentum “bersih-bersih” perkara yang selama ini mandek, termasuk skandal VCS yang sempat viral secara nasional.

“Kasus ini tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian hukum. Sudah mencederai rasa keadilan masyarakat dan menurunkan kepercayaan ke aparat penegak hukum,” ujar Usman beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ini ujian integritas dan keberanian Kapolda baru. Penanganan yang berlarut tanpa kejelasan hanya memperkuat stigma “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

Usman menegaskan, jika kasus rakyat kecil cepat diproses, maka kasus yang menyeret pejabat juga harus sama.

“Hukum tidak boleh tunduk pada jabatan atau kekuasaan,” tegasnya.

PP Formapas juga meminta penyidik tidak ragu memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait agar perkara terang.

Desakan serupa sebelumnya sudah disuarakan elemen masyarakat sipil dan organisasi mahasiswa di Jakarta.

Selain ke Polda Malut, PP Formapas mendesak Mabes Polri dan Kapolri turun tangan. Mereka mencatat kasus ini belum dihentikan lewat SP3 dan masih dalam tahap penyelidikan.

“Proses hukum masih berjalan dan wajib dipertanggungjawabkan ke publik. Kami akan terus kawal sampai ada kepastian hukum yang jelas,” pungkas Usman.

Terpisah, hingga berita ini naik tayang, redaksi pojoklima berupaya mendapat keterangan pihak lain dalam hal ini Bupati Halut, Piet Hein Babua.