Aktivitas PT Feni diduga Cemari Kali Kukuba Haltim

Screenshot video postingan Said Marsaoly.

pojoklima, Aktivitas PT Feni diduga mencemari kali Kukuba di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Hal ini mencuat setelah sebelumnya beredar video berdurasi 1 menit 45 detik yang diunggah Said Marsaoly, melalui akun media sosial Facebook.

Dalam video itu memperlihatkan air mali Kukuba menjadi cokelat pekat dipenuhi dengan sedimentasi lumpur tebal, bahkan telah menjalar hingga kawasan mangrove di pesisir Teluk Buli. Ini memicu kekhawatiran serius terhadap kerusakan ekosistem hingga hilangnya sumber penghidupan warga.

‎“Kukuba ini nadi kehidupan masyarakat pesisir. Kalau kondisinya sudah seperti ini, jelas ada masalah serius di bagian hulu,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, di hulu Kali Kukuba saat ini tengah berlangsung aktivitas pembangunan infrastruktur listrik untuk menunjang operasional pabrik baterai oleh PT Feni bersama subkontraktornya, PT Buka Bumi Konstruksi.

‎Aktivitas tersebut diduga kuat menjadi penyebab meningkatnya sedimentasi yang mencemari aliran sungai.

‎Said juga menyoroti kritik keras terhadap Amdal proyek tersebut. Ia menilai kajian dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan masyarakat terdampak secara layak.

‎Ia bahkan menyebut dugaan pencemaran ini sebagai konsekuensi dari kebijakan industrialisasi besar-besaran di Halmahera yang dinilai lebih mengedepankan investasi ketimbang keselamatan lingkungan dan masyarakat lokal.

‎Hingga berita ini ditayang, jurnalis pojoklima dalam upaya konfirmasi pihak PT Feni maupun pemerintah daerah Halmahera Timur ihwal postingan terkait kali Kukuba.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.