Orang Tua Tersangka Dugaan Pencurian Kabel Milik PLN Sebut Ada Keterlibatan Oknum TNI

Sejumlah orang tua tersangka.

pojoklima, Sejumlah orang tua tersangka dalam kasus dugaan pencurian kabel milik PLN, kecewa dengan penegakan hukum di Polres Halmahera Barat.

‎Mereka menilai, ada ketimpangan dalam penanganan perkara tersebut. Mereka mengaku ada keterlibatan oknum TNI. Namun hingga kini belum diproses secara.

‎Salah satu orang tua tersangka berinisial F mengungkapkan, sejak awal pemeriksaan pihak kepolisian tidak memanggil oknum TNI berinisial RM yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengajak anak-anak mereka untuk bekerja.

‎”Kami sangat kecewa dengan pihak Polres Halmahera Barat karena sejak awal pemeriksaan terhadap anak-anak kami, oknum TNI tersebut tidak dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban,” katanya, Selasa (23/6).

‎Menurut F, tindakan itu bermula ketika oknum TNI tersebut, yang disebut merupakan anggota Korem di Ternate, mengajak sejumlah pemuda yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka untuk bekerja dengan iming-iming mendapatkan upah.

‎”Dia mengajak mereka bekerja dengan mengatakan nanti akan diberikan uang. Karena percaya, mereka ikut. Saat tiba di lokasi, mereka diminta membantu mengangkat dan memotong kabel. Saat itu oknum tersebut mengaku sudah bekerja sama dengan pihak PLN, sehingga anak-anak kami tidak menaruh curiga,” ungkapnya.

‎Namun belakangan diketahui bahwa aktivitas tersebut dilaporkan oleh UPP Perwakilan Jailolo ke Polres Halmahera Barat sebagai dugaan tindak pidana pencurian kabel.

‎F menyebut, oknum TNI itu harusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Namun, hingga delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama kurang lebih tiga minggu, oknum TNI tersebut belum diperiksa secara bersamaan.

‎”Baru setelah penahanan tersangka, pihak Polres mengirimkan surat ke Korem dan Denpom. Kami merasa proses hukum ini tidak adil karena anak-anak kami dianggap pelaku, padahal mereka mengikuti arahan orang yang mereka percaya,” katanya.

‎”Mereka tidak tahu itu pencurian. Mereka percaya karena yang mengajak adalah seorang anggota TNI,” sambungnya.

Mereka mendesak Polres Halbar memeriksa oknum TNI tersebut.

Dengan harapan ada upaya penyelesaian dan komunikasi antara pihak TNI, keluarga tersangka, serta UPP Perwakilan Jailolo.

‎”Sampai sekarang kami belum pernah bertemu dengan oknum TNI maupun perwakilan Korem untuk membicarakan penyelesaian masalah ini. Kami berharap ada keadilan dan semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, jurnalis pojoklima dalam upaya konfirmasi Polres Halmahera Barat maupun TNI ihwal tuntutan keluarga tersangka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.