Kalapas Kelas II Ternate Tegas Tindak Petugas Terlibat Narkoba dan Selundupkan Ponsel ke WBP

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori.

‎‎pojoklima, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran.

‎Faozul menyebut, seluruh pegawai khususnya petugas sipir, agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, atau penyelundupan ponsel kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan pelanggaran disiplin lainnya.

‎”Saya tidak memberikan toleransi kepada pegawai atau petugas yang melanggar, baik terindikasi terlibat narkoba, memberikan handphone kepada WBP, maupun pelanggaran lainnya,” tegas Faozul, Selasa (21/7/2026).

‎Setiap pelanggaran, kata Faozul, akan diproses sesuai tingkat kesalahannya. Bahkan, sanksi terberat berupa pemberhentian atau pemecatan.

‎”Apabila petugas melanggar, sanksi akan diberikan sesuai jenis pelanggarannya. Kalau pelanggaran berat, maka bisa sampai dipecat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk meminimalisir pelanggaran di lapas, ‎pihaknya rutin merazia internal sebanyak dua kali dalam sepekan.

Razia difokuskan pada kamar-kamar hunian yang dianggap memiliki potensi pelanggaran.

Bahkan, pihak lapas ‎juga melibatkan aparat Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam lapas.

‎Menanggapi sejumlah pengungkapan kasus narkoba oleh aparat kepolisian yang diduga melibatkan WBP di Lapas Ternate, Faozul mengaku hingga kini belum menerima koordinasi ataupun konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

‎”Sejauh ini belum ada koordinasi kepada kami terkait dugaan pengendalian narkoba dari dalam lapas. Namun, kami terus razia rutin, terutama terhadap handphone karena benda itulah yang sering menjadi sumber berbagai persoalan di dalam lapas,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.