PT NHM dan Pemda Halut Tanam Mangrove di KEE Desa Kao

Penanaman mangrove.

pojoklima, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.

Ini ditandai dengan Kolaborasi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dengan Pemerintah Daerah Halmahera Utara menanam mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 dengan mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” yang sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir serta keanekaragaman hayati.

Aksi lingkungan ini dihadiri jajaran manajemen NHM termasuk Wakil Direktur Operasi/Kepala Teknik Tambang (KTT) Rara Dodo Lawolo (Rado), Manajer Departemen HSE Widi Wijaya, Superintendent Environment Rosmini Djufri, dan Cost Control NHM Peduli Fenny Baud, juga  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halut Yudihart Noya, perwakilan Kejari Halut, unsur Forkopimcam Kao serta Kelompok Green Kaidati selaku pengelola kawasan KEE.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Operasi/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo (Rado), mengapresiasi pemda Halut atas dukungan  terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Mewakili Direksi dan Manajemen NHM, Rado menegaskan, perusahaan akan terus aktif mendorong program-program berbasis ESG yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar. Melalui Komunitas Green Kaidati, NHM juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui dukungan infrastruktur pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata di masa depan,” ujar Rado.

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halut, Yudihart Noya, memberikan apresiasi peran NHM sebagai tuan rumah peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini.

Ia menekankan, keberadaan mangrove di KEE Desa Kao sangat krusial, bukan hanya untuk benteng abrasi, tetapi juga sebagai ruang hidup keanekaragaman hayati.

“Manfaat pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga pada perlindungan keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya, termasuk burung Mamua yang berkembang biak di kawasan ini,” tutur Yudihart.

Kolaborasi ini juga disambut hangat oleh Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi.

Ia berharap kolaborasi ini berlanjut pada pemenuhan kebutuhan bibit mangrove dari berbagai instansi secara konsisten.

“Dengan adanya permintaan bibit mangrove secara berkelanjutan dari berbagai pihak, anggota komunitas dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Zainudin.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, PT NHM berkotmen dan bertanggung jawab, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberdayakan warga Halmahera Utara demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan berstandar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.