Unkhair Ternate Disinyalir Pungli Biaya Toga

Ilustrasi.

pojoklima, Dugaan pungutan liar (pungli) penyewaan toga wisuda di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mencuat.

Sejumlah calon wisudawan mengaku dibebani biaya sewa toga Rp 250.000, yang dinilai tidak jelas dasar penetapannya. Alih-alih menjadi penutup manis perjalanan studi, kewajiban tersebut justru terasa memberatkan.

“Ini sangat memberatkan. Kami tidak tahu dasar penarikan biayanya seperti apa. Kalau memang resmi, seharusnya ada kejelasan,” kata seorang calon wisudawan yang enggan menyebut namanya, Jumat (27/3/2026).

Bagi mereka, ketiadaan penjelasan terbuka dinilai mencederai prinsip transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.

Mereka pun mendesak Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, mengevaluasi kebijakan yang dinilai sarat kejanggalan.

“Jika ini terbukti pungutan ilegal, kami minta ada sanksi tegas. Jangan sampai mahasiswa terus dirugikan,” tegasnya.

Diketahui, setiap tahun, jadwal wisuda Unkhair tiga kali. Jika setiap periode wisuda diikuti 500 mahasiswa, uang sewa toga yang terkumpul sebanyak Rp125 juta, dalam setahun pungli digarap bisa mencapai Rp375 juta.

Hingga berita ini ditayang, pihak Unkhair belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli tersebut.