Intelmob Polda Malut Bekuk Pelaku Pencurian di Keluruhan Gamalama

Uang Rp 89 Juta Berhasil Diamankan
Dua pelaku pencurian dan barang bukti yang berhasil diamankan.

pojoklima, Personel intel Brimob Polda Maluku Utara berhasil meringkus dua pelaku pencurian di Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.

Dua pelaku ini berinisial A dan A, mereka menggasak uang milik seorang pedagang, Saiful S. Hasan, warga Kecamatan Pulau Ternate.

Saat itu Saiful berada di Kota Ternate untuk membeli stok barang dagangannya.

Kasi Intelmob Polda Malut, AKP M Ihsan Kadir, mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari warga, pihaknya segera bergerak untuk menyelidiki pelaku.

“Setelah kami menerima laporan, tim langsung mengecek rekaman CCTV hingga penyelidikan lapangan untuk mengidentifikasi pelaku,” katanya, Sabtu (28/3).

Dari hasil tersebut, kata M Ihsan, tim mengamankan salah satu terduga pelaku, kemudian mengembangkan informasi terkait pelaku lainnya serta lokasi penyimpanan barang bukti.

“Barang bukti berupa uang tunai berhasil kami temukan di lokasi yang disembunyikan, tepatnya di bawah jembatan Pasar Barito. Total uang yang diamankan senilai Rp89.820.900. Selanjutnya, terduga pelaku dan barang bukti kami serahkan ke penyidik Polres Ternate untuk proses hukum,” bebernya.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari Direktur LBH Kie Besi Maluku Utara Iksan Maujud.

“Yang dilakukan Intelmob ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga penyelamatan harapan hidup warga. Uang yang hampir Rp90 juta itu bukan angka kecil, itu adalah hasil keringat pedagang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil jualan mereka di pasar,” ucap Iksan.

Ia menambahkan, kondisi yang dialami korban mencerminkan realitas berat yang dihadapi para pedagang kecil, khususnya yang datang dari pulau-pulau seperti Moti.

“Saudara kita ini datang dari Pulau Moti dengan harapan membeli barang dagangan untuk dibawa pulang dan dijual kembali. Uang itu adalah modal usaha, hasil kerja keras yang dikumpulkan dengan penuh pengorbanan,” bebernya.

Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi tindak kejahatan, sehingga rasa aman di tengah masyarakat, khususnya para pedagang kecil, tetap terjaga.