Diduga Lecehkan Perempuan di Dalam Mobil, Oknum ABK Kapal Tanker Dipolisikan

Korban pelecehan.

pojoklima, Seorang pemuda berinisial R alias Rido, yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) kapal tanker Adria Jakarta, dilaporkan ke Polsek Pulau Ternate terkait dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap perempuan berinisial DWD (21).

Peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah mobil Toyota Calya warna hitam yang terparkir di kawasan Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, pukul 20.15 WIT.

Korban DWD menceritakan, kejadian bermula saat ia diajak oleh temannya, AI, untuk bepergian bersama terduga pelaku (R) yang merupakan kekasih dari AI.

Di tengah perjalanan menuju Pantai Masirite, kendaraan berhenti. Saat itu Ia duduk di kursi penumpang bagian belakang, sementara temannya AI dan terlapor R berada di kursi depan.

Saat perhatian sang teman teralih, R diduga memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksi tidak senonoh. R melayangkan tangan kirinya ke paha DWD. Meski sempat ditepis dan ditolak korban, terlapor justru semakin nekat dengan memegang dan meremas bagian dada korban secara paksa dari kerah baju bagian atas.

“Saya kaget dan langsung memukul tangannya. Tapi dia kembali memegang dada saya. Saya dorong lagi, tiba-tiba dia langsung menarik kerah baju dan memasukkan tangannya,” kata DWD saat diwawancarai, Minggu (23/8).

Korban yang spontan berteriak membuat suasana di dalam mobil menegang. Usai kejadian tersebut, korban menceritakan perlakuan buruk R kepada AI. Mereka kemudian sepakat untuk langsung meminta pulang.

Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami trauma mendalam. Didampingi kekasihnya, korban akhirnya memberanikan diri melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Ternate.

Laporan tersebut baru ditindaklanjuti secara tatap muka setelah terduga pelaku kembali berlabuh di Ternate. Kapal tanker tempat terlapor bekerja memang diketahui rutin memasok BBM ke Depot Pertamina Jambula (Ternate) dan Tobelo (Halmahera Utara).

“Begitu tiba di Ternate pada Sabtu (22/8/2026), terlapor langsung dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik pada malam harinya. Saat pemeriksaan di ruang penyidik yang juga saya hadiri, terduga pelaku sudah mengakui perbuatannya,” jelas DWD.

Tak hanya itu, DWD menambahkan bahwa terduga pelaku sempat berupaya membujuk agar kasus ini tidak diperpanjang ke jalur hukum dengan membawa-bawa latar belakang organisasinya.

“Dia minta ke temannya (pacarnya) supaya bilang ke saya jangan lapor polisi, karena mengaku ayahnya juga seorang anggota polisi yang bertugas di Medan,” katanya.

Ia menyebut, penyidik Polsek Pulau Ternate, mengarahkan korban untuk pemeriksaan lanjutan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ternate pada Senin (24/8/2026).

Korban berharap proses hukum tetap berjalan adil. “Saya berharap terduga pelaku diproses hukum sesuai dengan perbuatannya. Sampai sekarang saya masih merasa tidak nyaman dan trauma,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Ternate IPTU Lukman Umasugi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan serta pemeriksaan awal terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Laporan sudah kami terima. Tadi malam penyidik saya sudah mengambil keterangan dari pihak pelapor maupun terlapor,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan perkara ini masih terus berjalan dan pemeriksaan lanjutan diagendakan pada Senin besok untuk mendalami kronologi serta mengumpulkan bukti-bukti pelengkap.

“Senin, ada pemeriksaan lanjutan. Setelah pemeriksaan selesai, nanti baru kami lihat hasilnya dan menyampaikan perkembangan serta tindak lanjut penanganannya ke publik,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.