Bupati Bassam Soroti Kasus HIV/AIDS di Halmahera Selatan

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, saat memimpin apel gabungan di halaman kantor bupati.

pojoklima, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba mengatensi tingginya kasus Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, saat memimpin apel gabungan di halaman kantor bupati, langsung memerintahkan instansi terkait segera melakukan pencegahan, Senin, (31/8).

Menurutnya, peningkatan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius untuk seluruh pihak.

“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan, bahkan Halsel tertinggi di Maluku Utara. Olehnya itu harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Bassam.

Menurut Basam, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Ia juga menyoroti informasi yang diterima pemerintah daerah mengenai dugaan prostitusi di sejumlah indekos yang berada di kota labuha.

Lebih lanjut Basam, meminta Satpol PP meningkatkan pengawasan dan memaksimalkan razia terhadap kos-kosan yang dinilai rawan berdasarkan laporan masyarakat.

“Untuk lokasi saya rasa Satpol PP sudah tahu tempatnya. Bahkan, masyarakat juga telah memberikan informasi jika di kos-kosan terjadi tempat prostitusi. Saya perintahkan Satpol PP untuk memaksimalkan razia kos-kosan,” tegas Basam

Orang nomor 1 di Pemerintah Halmahera Selatan juga menilai, pengawasan terhadap kos-kosan sangat krusial sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus merespons persoalan sosial dan kesehatan yang berkembang di wilayah ibu kota Halsel.

Basam meminta Satpol PP tidak boleh menunggu laporan dari masyarakat, tetapi aktif pengawasan di lapangan. Namun, setiap tindakan penertiban harus tetap sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain langkah penertiban, pemerintah daerah juga perlu memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai HIV/AIDS kepada warga. Hal ini penting untuk dipahami cara pencegahan, pemeriksaan kesehatan, serta mendapatkan layanan pengobatan apabila diperlukan.

Bassam berharap, persoalan HIV/AIDS dapat ditangani secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat, pemerintah daerah menilai penanganan HIV/AIDS membutuhkan langkah terpadu, mulai dari edukasi, layanan kesehatan hingga pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.