PT FENI Sebut Terapkan Metode Teknis Atasi Dampak Lingkungan

Geotekstil seluas 12.600 m² sebagai lapisan penguat tanah dan pelindung dari erosi permukaan.

pojoklima, PT FENI mengklaim akan menerapkan metode teknis meminimalisir dampak lingkungan.

Ini diakibatkan curah hujan yang tinggi di Kabupaten Halmahera Timur, kondisi cuaca ekstrem memicu peningkatan aliran air dan sedimentasi di sejumlah titik area perusahaan.

Andreas Lakafin, mengatakan, perusahaan akan menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen di kawasan operasional perusahaan.

Menurutnha, berdasarkan laporan, sedikitnya terdapat empat pendekatan utama yang kini dijalankan perusahaan.

● Stabilisasi lereng di area RKEF Selatan dan Koropon. Pada titik tersebut, perusahaan memasang geotekstil seluas 12.600 meter persegi sebagai lapisan penguat tanah sekaligus pelindung dari erosi permukaan akibat tingginya debit air hujan.

“Metode ini umum digunakan pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar karena dinilai efektif menekan laju erosi pada lereng terbuka yang rawan longsor dan pengikisan,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga memasang silt curtain di area Jetty. Peralatan ini berfungsi sebagai penghalang sementara di perairan untuk memperlambat pergerakan air dan membantu proses pengendapan partikel sedimen sebelum menyebar lebih luas ke wilayah perairan sekitar.

Langkah lain yang dinilai inovatif yakni penerapan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba.

“Teknologi ini bekerja menggunakan tabung geotekstil berpori tinggi yang mampu menyaring partikel sedimen, sementara air dengan kandungan padatan tersuspensi rendah dilepaskan secara bertahap ke lingkungan,” ucapnya.

Pendekatan tersebut disebut menjadi solusi jangka menengah dalam mengendalikan sedimentasi yang dipicu tingginya curah hujan di kawasan industri.

Bahkan, perusahaan juga meningkatkan kapasitas drainase dan kolam sedimen.

Perusahaan, kata Andreas, akan pengerukan endapan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung kolam eksisting, sekaligus merencanakan penambahan jaringan drainase di sejumlah titik yang memiliki potensi tinggi terhadap aliran air limpasan.

Melalui serangkaian langkah tersebut, diharapkan mampu menangani dampak insiden lingkungan akibat cuaca ekstrem, tetapi juga membangun sistem pengendalian lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di kawasan industri Halmahera Timur.