Dinkes Halsel Rakor Pengendalian Kusta PTM dan Kesehatan Lingkungan
pojoklima, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan Rapat Koordinasi (Rakor) Advokasi dan sosialisasi pencegahan serta pengendalian penyakit kusta, penyakit tidak menular (PTM), dan kesehatan lingkungan.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Halmahera Selatan tersebut berlangsung di Aula Kie Besi, Rabu (9/9/2026).
“Upaya ini membutuhkan penemuan kasus secara aktif, pengobatan sedini mungkin, penghapusan stigma di masyarakat, pemberian obat pencegahan kemoprofilaksis, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat,” kata Asia.
Ia menambahkan, indikator kinerja program penanggulangan kusta dalam RPJMD 2025–2029 mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, Asia juga memaparkan capaian indikator kinerja program kusta di Halmahera Selatan tahun 2025 diantaranya:
- Penemuan kusta baru tanpa disabilitas/cacat mencapai 100 persen.
- Persentase penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan (Release From Treatment) mencapai75 persen.
- Proporsi anak dari kasus kusta baru sebesar 22 persen.
Asia juga menyoroti ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke dan kanker.
Menurutnya, deteksi dini melalui cek kesehtan gratis menjadi kunci penanganan utama sebelum kondisi pasien memburuk.
Namun, Asia memberikan catatan penting terkait hasil pelaksanaan CKG tahun 2026 di Halmahera Selatan.
Dari total 102.234 peserta yang diperiksa, sebanyak 81.089 peserta 79,3 persen membutuhkan tatalaksana medis. Namun, baru 2.352 peserta 2,9 persen yang sudah mendapatkan tatalaksana penanganan.
“CKG tidak boleh berhenti pada proses pemeriksaan dan pencatatan data semata. Hasil CKG harus segera ditindaklanjuti dengan tatalaksana medis yang terintegrasi antara pengelola program penyakit menular, PTM, dan layanan kesehatan terkait,” tegasnya.
Terkait kesehatan lingkungan, Asia mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen penyakit masih bersumber dari lingkungan yang tidak sehat. Masalah sanitasi yang belum layak, perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), minimnya akses air minum aman, serta buruknya pengelolaan sampah dan limbah masih menjadi tantangan bersama.
“Melalui koordinasi ini, kita bertekad mempercepat pencapaian 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yaitu Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, serta Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga,” ungkapnya.
Kadinkes mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya rakor ini.
Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Halmahera Selatan.

