Rp 4 Miliar di Tiga ATM Ajudan AGK Bersumber dari Kepala Dinas

M Irsyad PojokLima M Irsyad
Jalannya sidang pemeriksaan saksi dugaan suap dan korupsi atas terdakwa AGK. Foto|Aul.

 TERNATE-pl.com, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tujuh saksi dalam sidang lanjutan perkara suap dan korupsi terdakwa mantan Gubernur Maluku Utara , Abdul Gani Kasuba (AGK).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin majelis hakim, Romel Franciskus Tumpubolon, dan didampingi empat hakim anggota di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Rabu (12/6).

Tujuh saksi tersebut di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Imran Jakub, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Muhtar Husen, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Musyrifah Alhadar, Husri Lelean, ajudan AGK, Kristian Wuisan, kontraktor dan Mahdi Hanafi. 

Saksi lainnya Deden Sobari, ajudan AGK mengikuti mengikuti sidang melalui zoom. Menarik dari sidang kali ini, Husri Lelean, ajudan AGK mengaku memiliki tiga buku Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 

Tiga ATM tersebut di antaranya Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Maluku atas nama Husri Lelean. Hakim ketika menanyakan berapa jumlah uang yang ada di ATM tersebut, Husri menyatakan senilai Rp 4 miliar. “Ada tiga rekening yakni Mandiri, BNI dan Bank Maluku dan ada uang Rp 4 miliar,” jawab Husri, kepada hakim.

Husri, juga menyampaikan aliran dana dari ATM semuanya bersumber dari para kepala dinas.Hakim kembali menanyakan apakah Husri mengirimkan uang kepada Ramadan dan Wahidin, ia mengaku lupa.”Uang-uang tersebut dikirimkan atas perintah gubernur dan setiap pengiriman ada laporan dan tidak ada keuntungan buat saya,” tutur Husri.

Dilansir poskomalut.com, saksi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Imran Yakub, ditanya ada hubungan dengan mantan Gubernur Malut, ia menjawab tidak ada hubungan. Namun, Ia kembali dicecar hakim dan akhirnya mengakui ada hubungan dengan AGK. Imran membeberkan ia tidak memberikan uang kepada AGK. Padahal, hakim kembali menanyakan dan Imran mengaku pernah memberikan uang kepada AGK. “Setelah pelantikan saya kasih Rp 50 juta dan berikutnya Ramadhan menghubungi saya dan berikan Rp 50 juta jadi kurang lebih Rp100 juta,” kata Imran.(aul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini