NHM jadi Pemateri di Study Club UNPAD
pojoklima, Kedekatan antara dunia industri dan akademisi terasa begitu hangat dalam Study Club 2: “Introduction of Hydrothermal Alteration” yang diadakan oleh Divisi Learning SEG UNPAD SC.
Kegiatan ini berlangsung di Bale Rucita Gedung Rektorat UNPAD, dipandu oleh Dr. Aton Patonah, selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu FTG UNPAD sebagai Moderator, Rabu (6/5).
Di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran (UNPAD), PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) hadir sebagai pemateri dan mitra yang peduli pada pengembangan generasi penerus.
Dalam kesempatan itu, NHM menyerahkan hibah spesimen batuan asli dari area Tambang Emas Gosowong.
Langkah ini sebagai bentuk dedikasi perusahaan membawa realita industri ke dalam ruang kelas, memastikan mahasiswa dapat menyentuh dan mempelajari langsung bukti kekayaan alam Indonesia sebagai bekal riset dan pembelajaran mereka di masa depan.
Dalam sambutannya, Aton menyampaikan apresiasi kepada NHM yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan.
“Kami berterima kasih atas partisipasi NHM, tentu tidak mudah menghadirkan praktisi industri di tengah kesibukan operasional. Ini juga membuktikan bahwa koneksi alumni sangat penting sebagai jembatan kolaborasi kampus dengan dunia kerja,” ucapnya.
Kolaborasi ini menghadirkan tiga praktisi senior NHM yang membagikan pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan dari berbagai sudut pandang teknis. Bahrudin Abiad, Manajer Tambang Bawah Tanah Kencana, mengawali sesi dengan memaparkan studi komparatif praktik terbaik operasional tambang bawah tanah di Gosowong.
Kemudian dilanjutkan oleh Rendy Nurdianto, Manajer Eksplorasi NHM, yang menjelaskan karakteristik alterasi hidrotermal pada endapan epitermal melalui studi kasus Tambang Emas Gosowong.
Sementara itu, Dharma Irwanda, Superintendent Geologi NHM, melengkapi rangkaian materi dengan menekankan pentingnya akurasi pengeboran sebagai salah satu faktor kunci dalam keberhasilan eksplorasi mineral hingga proses penambangan.
NHM juga menyerahkan hibah batuan ubahan (altered rock) beserta contoh mineralisasi yang berasal dari batuan sekitar deposit Gosowong Vein.
Spesimen itu batuan penciri atau indikator adanya mineralisasi emas ekonomis di deposit Gosowong. Hibah ini menjadi bentuk dukungan konkret agar mahasiswa dapat
memahami konsep alterasi hidrotermal secara lebih nyata.
“Dengan adanya sampel altered rock dan batuan mineralisasi dari Gosowong, mahasiswa bisa melihat langsung output dari aktivitas hidrotermal yang berhubungan dengan keterdapatan mineralisasi emas ekonomis. Ini menjadi bahan ajar yang ideal, sekaligus bisa dijadikan referensi indikator dalam memahami karakter zona ubahan dan model eksplorasi untuk potensi mineralisasi emas berikutnya,” ujar Rendy.
Sesi ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan praktisi, mengubah ruang kelas menjadi wadah diskusi yang hidup mengenai realita dan tantangan di industri pertambangan.
NHM ingin menunjukkan kepeduliannya dalam merangkul calon-calon geolog masa depan. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, NHM berkomitmen untuk terus merawat hubungan baik dengan dunia pendidikan demi membantu generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, percaya diri, dan siap melangkah menuju dunia kerja.
