Perkuat Pola Asuh Anak, Dharma Wanita Unkhair Launching Program Tamasya

Peresmian Program Tamasya di Gedung Aula Mini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kampus I Unkhair.

pojoklima, Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) resmi diluncurkan di Gedung Aula Mini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kampus I Unkhair, Akehuda, Selasa (24/2/2026).

Di tengah meningkatnya partisipasi kerja pasangan usia produktif, kebutuhan terhadap ruang asuh anak yang representatif kian mendesak.

Di Kota Ternate, langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Tamasya yang dipusatkan di TPA Dharma Wanita Unkhair.

Mengusung tema “Orang Tua Tenang Bekerja, Anak Ceria Bersama Tamasya”, launching ini mengawali penguatan sistem pengasuhan berbasis kemitraan.

Program ini diarahkan untuk merespon persoalan stunting dan kualitas pola asuh anak di era dominasi keluarga produktif.

Ketua Dharma Wanita Unkhair, Lasmiyati Abdullah W. Jabid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada TPA Dharma Wanita Unkhair sebagai tuan rumah peluncuran.

Lasmiyati mengakui, fasilitas TPA tersebut telah diresmikan sebelumnya, namun belum berjalan secara optimal akibat sejumlah kendala teknis dan administratif.

“Dengan dukungan semua pihak, terutama dinas terkait, kami akan menindaklanjuti dan memperkuat kerja sama, termasuk dengan Dinas Pendidikan. Ini komitmen kami untuk mengembangkan TPA yang telah terdaftar sebagai lembaga mitra kementerian,” ujarnya.

Ke depan, layanan TPA tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak sivitas akademika Unkhair, tapi juga masyarakat umum.

Menurut Lasmiyati, langkah itu sejalan dengan visi kampus berdampak, menghadirkan perguruan tinggi yang aktif menjawab kebutuhan sosial di lingkungannya.

Ia juga menyebutkan pentingnya sinergi antara BKKBN, perguruan tinggi, dan organisasi Dharma Wanita dalam memperkuat pembangunan keluarga.

“Kami siap menjadi mitra aktif dalam sosialisasi, edukasi, dan implementasi nilai-nilai Program Tamasya, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate, Rajman, menyampaikan bahwa Program Tamasya merupakan inovasi kementerian yang diluncurkan tahun lalu.

Program ini, lanjutnya, dirancang untuk memperbaiki pola asuh anak di tengah tingginya jumlah pasangan usia produktif.

“Lebih dari 50 persen penduduk kita berada pada usia produktif. Namun, ditemukan banyak anak dari pasangan ini mengalami stunting. Faktor penyebabnya bukan hanya ekonomi, tetapi juga pola asuh,” bebernya.

Ia menyoroti kondisi orang tua bekerja yang rata-rata hanya memperoleh cuti melahirkan tiga bulan.

Situasi ini kerap membuat anak dititipkan pada pengasuh atau lingkungan yang belum tentu memenuhi standar pengasuhan yang tepat.

“Banyak anak dititipkan di tempat yang mungkin tidak sesuai. Padahal, kualitas pengasuhan sangat menentukan tumbuh kembang anak,” kata Rajman.

Pemerintah Kota Ternate menargetkan setiap kecamatan memiliki fasilitas Tamasya yang memenuhi standar layanan.

Sebelumnya, program serupa telah diluncurkan di salah satu PAUD dan dinilai berjalan baik.

Peluncuran di TPA Dharma Wanita Unkhair menjadi perluasan jaringan sekaligus penguatan standar layanan berbasis kemitraan.

Adanya dukungan kelembagaan kampus, Tamasya diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penitipan, melainkan ruang tumbuh yang menjamin aspek kesehatan, gizi, stimulasi pendidikan, serta pembentukan karakter anak.

Program Tamasya diproyeksikan sebagai intervensi sosial jangka panjang, membentuk generasi sehat, ceria, dan siap melanjutkan pembangunan bangsa.

Di Ternate, pembangunan sumber daya manusia dimulai dari ruang-ruang kecil yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, dan harapan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.