Kejari Halsel Buru Penikmat Anggaran Beasiswa Fiktif STAIA Labuha

Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan. Foto|Istimewa

pojoklima, Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan terus mendalami pihak-pihak yang diduga korupsi anggaran beasiswa fiktif di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Khairat (STAIA) Labuha.

Kasus korupsi senilai Rp 1 miliar yang ditangani Pidsus Kejari Halsel ini telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan.

“Didalami lagi siapa orang-orang yang akan bertanggung jawab dalam perkara tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan, Tommy Busnarma, dikutip Tribun Ternate, Rabu (1/7/2026).

Dalam proses penanganannya, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah. Namun hingga kini, perkembangan terbaru terkait penetapan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut belum diumumkan kepada publik.

Menurut Tommy, pendalaman tersebut dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat sehingga dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus dugaan korupsi beasiswa STAIA Labuha menjadi salah satu perkara yang mendapat perhatian publik di Kabupaten Halmahera Selatan. (Cidox)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Pojoklima.com.